“Konflik bukanlah semata-mata gejala disintegrasi sosial, tetapi juga dapat menjadi mekanisme yang memperkuat solidaritas kelompok, memperjelas norma, dan mendorong perubahan sosial.” — Lewis A. Coser
Buku Perilaku Konflik hadir sebagai referensi komprehensif yang mengupas konflik tidak hanya sebagai fenomena pertentangan, tetapi juga sebagai bagian inheren dari dinamika kehidupan manusia yang membentuk perubahan sosial, organisasi, dan peradaban. Berbeda dengan pandangan konvensional yang memosisikan konflik sebagai sesuatu yang harus dihindari, buku ini mengajak pembaca memahami konflik sebagai proses sosial yang lahir dari perbedaan kepentingan, nilai, identitas, kekuasaan, serta relasi antarmanusia. Melalui pendekatan multidisipliner yang memadukan psikologi, sosiologi, filsafat, dan ilmu organisasi, pembahasan disusun secara sistematis mulai dari teori perilaku manusia, teori konflik klasik hingga kontemporer, konseptualisasi perilaku konflik, dinamika respons psikologis individu dan kelompok, sampai pada praktik pengelolaan konflik dalam berbagai konteks kehidupan.
Lebih jauh, buku ini mempertemukan pemikiran para tokoh besar seperti Abraham Maslow, B.F. Skinner, Douglas McGregor, Mary Parker Follett, Albert Bandura, Karl Marx, Max Weber, Ralf Dahrendorf, C. Wright Mills, hingga Michel Foucault, Jürgen Habermas, Jean Baudrillard, dan Jean-François Lyotard untuk memberikan perspektif yang utuh mengenai akar penyebab, perilaku, serta transformasi konflik dalam masyarakat modern. Pembaca tidak hanya diajak memahami konflik dari sisi teoritis, tetapi juga melihat bagaimana faktor motivasi, kekuasaan, propaganda, media massa, perilaku kolektif, disonansi kognitif, komunikasi, hingga konstruksi pengetahuan berperan dalam membentuk berbagai bentuk konflik sosial. Penyajian yang diperkaya dengan contoh-contoh kontekstual menjadikan konsep-konsep tersebut mudah dipahami sekaligus relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Sebagai karya akademik, buku ini tidak hanya memperluas wawasan konseptual mengenai perilaku konflik, tetapi juga menawarkan paradigma baru bahwa konflik dapat menjadi sarana refleksi kritis, pembelajaran, inovasi, serta transformasi menuju kehidupan sosial yang lebih adil, inklusif, dan demokratis. Oleh karena itu, buku ini sangat layak menjadi rujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi pemerintahan, aparatur organisasi, mediator, maupun masyarakat umum yang ingin memahami konflik secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan strategi penyelesaian konflik yang konstruktif, dialogis, dan berorientasi pada keberlanjutan hubungan sosial.
Reviews
There are no reviews yet.